PEMERINTAHAN

Soal Patung Tobong, Sunaryanta Pasang Badan

WONOSARI-RABU LEGI | Pembohongan publik biasa terjadi di Jakarta. Tanpa disadari, kali ini menular ke Gunungkidul.

Ceritanya Dinas Kominfo selaku Humasnya Pemkab dituding komunikasinya buruk, sehingga Bupati Sunaryanta menjadi korban gagasan rencana pembongkaran Patung Kendhang.

Panflet yang diunggah Slamet, S.Pd. MM bikin Gemes Diskominfo.

“Sebetulnya kami berpikir dan akhirnya meputuskan untuk meluruskannya melalui tayangan youtube dengan nara sumber Pak Irawan Jatmika. Harapannya biar masyarakat paham rencana tata kota secara keseluruhan, tidak sepotong-sepotong,” tulis Yani Humas Kominfo, 20-4-2022.

Muncullah video berdurasi 12 menit 39 detik dalam YouTube Dhaksinarga 18-4-2022 berisi penjelasan Kadinas PUPR Irawan Jatmika, menjabarkan filosofi Patung Tobong, bernada mengkonter filosofi Kendhang yang dikemukakan masyarakat.

Rencana penataan wajah Kota Wonosari dimulai tahun 2022 dengan anggaran kira-kira Rp 9,3 miliar plus konsep satu tema, baik warna trotoar, tanaman, lampu dan bangunan lain segmen 1 Siyono-Kranon, begitu garis besar penjelasan Kadis PUPR Irawan Jatmika.

Mengapa dipilih icon patung Tobong Gamping, Irawan Jatmika menyatakan, bahwa dalam proses pembuatan gamping itu ada upaya menggali, membakar dan mengedarkan batu gamping.

Menurut Irawan Jatmika itu adalah filosofi dasar yang berkaitan dengan pengembangan sember daya alam sekaligus pengembangan sumberdaya manusia, sehingga patung Tobong Gamping dipilih untuk mengganti Patung Kendhang.

Lalu Patung Kendhang yang ada sekarang mau diapakan dan dikemanakan?

Dalam video itu Irawan Jatmika secara jelas dan tegas bersikap bahwa akan mengembalikannya kepada BPD DIY.

“Patung Kendhang itu adalah aset BPD,” kata Irawan Jatmika.

Terkait gelombang penolakan masyarakat makin kuat, Bupati Sunaryanta turun tangan melerai situasi.

Penggantian Patung Kendang adalah satu paket dengan upaya pembangunan trotoar yang dia sebut sebagai Malioboronya Gunungkidul.

Sunaryanta bilang begitu oleh sejumlah pengamat dianggap sebagai upaya pasang badan karena Irawan Jatmika terlanjur gelar konsep.

Cendekiawan Dr. Supriyadi dosen UNS Surakarta menilai Sunaryanta sedang nututi layangan pedot sehingga tega mengorbankan dirinya menjadi tameng Kadinas PUPR. (Bambang Wahyu)

infogunungkidul

Recent Posts

Pilur Serentak Gunungkidul 26, Berikut Daftar Lengkap 31 Lurah Terpilih

GUNUNGKIDUL - SABTU LEGI, Pemilihan Lurah (Pilur) serentak di Kabupaten Gunungkidul telah terlaksana, Sabtu (26/09/26).…

2 hari ago

Sadar Ditunggangi Oknum, Polemik Watu Bolong Berakhir Damai

GUNUNGKIDUL – SABTU LEGI, Polemik pembongkaran Mushola Watu Bolong Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul…

2 hari ago

Geger Mushola Dibongkar, Inilah Duduk Permasalahannya

GUNUNGKIDUL - JUMAT KLIWON, Geger persoalan pembongkaran mushola Watu Bolong Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten…

3 hari ago

Belasan Rumah Dinas Brimob Polda DIY Dibangun di Gunungkidul

GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, SEBANYAK 18 unit rumah dinas Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda…

6 hari ago

Viral Kasus Bolosego, Oknum Polisi Dipatsus

YOGYAKARTA - SELASA PAHING, Aipda S  seorang oknum anggota polisi Polsek Kraton menjalani pemeriksaan Propram…

6 hari ago

Hari Jadi Karangasem, Puluhan UMKM Gelar Bazar

GUNUNGKIDUL - KAMIS PAHING, Hari Jadi Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan yang ke-93 menggelar bazar UMKM,…

2 minggu ago