WONOSARI-RABU WAGE | Kilas balik terkait peristiwa Samikem (77) pasien lansia asal Padukuhan Karanggunung 03/08, Kalurahan Krambilsawit, Kapanewon Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, pasca menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Nur Rohmah, Jalan Wonosari-Yogya KM 7, Bandung, Playen, terdapat beberapa fakta yang belum terungkap ke publik.
Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawati menyatakan pihaknya belum menerima laporan secara resmi dari pihak RS Nur Rohmah.
Dewi menjelaskan, dalam penanganan pasien Covid-19 Dinkes telah mengatur regulasi maupun Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait penanganan, perawatan maupun merujuk pasien.
Terkait peristiwa yang terjadi di RS Nur Rohmah beberapa waktu lalu, diungkapkan Dewi, bahwa pihaknya belum ada laporan resmi, sehingga kebenarannya seperti apa, Dewi belum dapat bicara banyak.
“Dinkes yang akan mengatur apakah pasien ini akan dirawat di rumah sakit atau isolasi mandiri di rumah masing-masing, kami akan melalukan asesmen atau penilaian,” jelas Dewi, Senin, (30/11/2020) sore.
Terpisah, Bambang, keluarga pasien yang mengurus biaya admimistrasi perawatan di rumah sakit menceritakan, kepulangan pasien atas kemauan pihak keluarga, sehingga rumah sakit meminta sejumlah uang sebagai jaminan antisipasi apabila klaim biaya perawatan pasien di rumah sakit tidak tercover pemerintah.
“Nek kehendak sana (RS Nur Rohmah) masih akan dirujuk ke Solo, nek analisa kita di sana dirawat di ruang isolasi diindikasikan arahnya ke corona tapi indikasi, nek kita ura percoyo maka ya sudahlah kita isolasi madiri,” ungkap Bambang beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Dukuh Padukuhan Karanggunung, Kalurahan Krambilsawit Harmadi (42) menyampaikan, pasien sempat dirawat tiga atau empat hari di rumah sakit. Karena kemungkinan tidak ada perubahan maka pihak keluarga membawa pasien pulang untuk dirawat di rumah.
“Simbah itu jatuh dari tempat tidur awalnya dan menjadi seperti strok,” jelas Harmadi.
Lain halnya dengan Sabiyo (55) Lurah Krambilsawit Kapamewon Saptosari yang juga sebagai Ketua Gugus penanganan Covid-19 kalurahan menjelaskan, dirinya belum mendapat laporan resmi terkait warganya yang terindikasi Covid.
“Saya tahunya hanya dari medsos, untuk laporan resmi belum ada baik dari rumah sakit maupun dari pihak keluarga,” ungkap Sabiyo.
Setelah serangkaian peristiwa tersebut, pada Kamis, (26/11/2020) diperoleh informasi pihak rumah sakit Nur Rohmah mendatangi kediaman pasien serta memberikan hasil swab pasien kepada keluarga yang hasilnya ternyata pasien negatif.
Bukan hanya itu, pihak rumah sakit juga mengembalikan sejumlah uang jaminan biaya pengobatan keluarga. Disamping itu, RS menyampaikan agar pihak keluarga pasien memberikan klarifikasi kepada awak media bahwasanya apa yang disampaikan Sruhadi selaku Kepala Keluarga pasien saat itu tidak benar. (Agus SW)












