Sunaryanta Persempit Wilayah Kapanewon Rawan Kekeringan

1317

WONOSARI-JUMAT PON | Bupati Gunungkidul Suharto, SH, Prof. Dr. Ir Sumpeno Putro, MSc. Badingah, S.Sos. juga Bupati H. Sunaryanta selalu diuji ketangkasannya dalam menyelesaikan persoalan pengadaan air bersih / air baku untuk kepentingan 700-an ribu jiwa lebih.

Bupati Sunaryanta, di dalam RPJMD 21-26 memilih 10 program prioritas daerah, salah satu di antaranya pemenuhan air bersih.

“Penyelesaian air bersih bagi warga harus dirampungkan secara bertahap dan selektif,” kata Sunaryanta di berbagai kesempatan.

Dia merasakan betapa berat beban masyarakat, terutama pada saat menjelang Pilkada serentak 2020 tempo hari.

Tim yang dipimpin Mayor purnawirawan Slamet mengirim tidak kurang dari 500 tangki air ke seluruh pelosok Gunungkidul.

Mulai 2021, setelah menjabat Bupati, Sunaryanta mengatur strategi agar model droping air berhenti, atau minimal berkurang.

Di luar pengamatan publik, Sunaryanta berembuk dengan Balai Besar Wilayah Serayu Opak untuk meraih proyek pengeboran sumur dalam di Pantai Bekah, Kapanewon Purwosari.

Proyek tersebut, menurut Kepala Dinas PUPR GunungkIdul Irawan Jatmiko, didanai APBN 2021. Meski belum kelar di tahun anggaran 2021, masih ada perpanjangan 50 hari.

Sunaryanta mulai memperkuat ketersediaan air baku, yang saat ini dipasok dari Bribin, Seropan dan yang lain untuk memperkecil satuan luas 11 wilayah Kapanewon yang rawan kekeringan.

Dikumpulkan dari berbagai sumber, 11 kapanewon yang selalu terdampak kekeringan adalah Rongkop, Girisubo, Tepus, Tanjungsari, Panggang, Purwosari, Playen, Patuk, Gedangsari, sebagian Wonosari dan Semanu.

Masyarakat berharap, kalau air baku sumur dalam Pantai Bekah berhasil, paling tidak Panggang Purwosari cukup tertolong. (Red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.