WONOSARI, SENIN LEGI – Tidak adanya alat Early Warning System (EWS) atau tanda peringatan bencana tsunami di pantai selatan Gunungkidul, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) membentuk forum relawan komunitas grup media sosial.
Komunitas dilatih untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gempa, tsunami dan gelombang tinggi. Kepala BPBD Gunungkidul Edy Basuki mengungkapkan hal itu, Jumat (05/10) diruang kerjanya.
Dibentuknya komunitas ini lantaran alat peringatan dini bencana tsunami tak ada di sepanjang pantai selatan. Sedangkan pantai selatan Jawa termasuk daerah berpotensi tsunami.
Edy mengakui, pernah ada tujuh alat deteksi tsunami di pantai selatan, namun sudah rusak akibat gelombang tinggi beberapa bulan lalu.
“Kita sudah menyampaikan kondisi itu ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), namun belum mendapat tanggapan,” ujarnya.
Oleh karena itu, Edy menjelaskan, untuk sementara sebelum ada bantuan alat EWS dari pusat, pihaknya hanya mengandalkan relawan atau komunitas yang tergabung dalam grup media sosial yang dilatih. Supaya ada kesiapsiagaan dan komunikasi kewaspadaannya terhadap gempa, tsunami, serta gelombang tinggi.
“Langkah itu kita dilakukan untuk meminimalisir risiko bencana,” pungkasnya. (Joko)
GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, SEBANYAK 18 unit rumah dinas Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda…
YOGYAKARTA - SELASA PAHING, Aipda S seorang oknum anggota polisi Polsek Kraton menjalani pemeriksaan Propram…
GUNUNGKIDUL - KAMIS PAHING, Hari Jadi Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan yang ke-93 menggelar bazar UMKM,…
GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON, GEMPA bumi dengan kekuatan Magnitudo 3,0 mengguncang Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah…
PT PERTAMINA Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026,…
GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…