WONOSARI, SENIN LEGI – Tidak adanya alat Early Warning System (EWS) atau tanda peringatan bencana tsunami di pantai selatan Gunungkidul, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) membentuk forum relawan komunitas grup media sosial.
Komunitas dilatih untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gempa, tsunami dan gelombang tinggi. Kepala BPBD Gunungkidul Edy Basuki mengungkapkan hal itu, Jumat (05/10) diruang kerjanya.
Dibentuknya komunitas ini lantaran alat peringatan dini bencana tsunami tak ada di sepanjang pantai selatan. Sedangkan pantai selatan Jawa termasuk daerah berpotensi tsunami.
Edy mengakui, pernah ada tujuh alat deteksi tsunami di pantai selatan, namun sudah rusak akibat gelombang tinggi beberapa bulan lalu.
“Kita sudah menyampaikan kondisi itu ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), namun belum mendapat tanggapan,” ujarnya.
Oleh karena itu, Edy menjelaskan, untuk sementara sebelum ada bantuan alat EWS dari pusat, pihaknya hanya mengandalkan relawan atau komunitas yang tergabung dalam grup media sosial yang dilatih. Supaya ada kesiapsiagaan dan komunikasi kewaspadaannya terhadap gempa, tsunami, serta gelombang tinggi.
“Langkah itu kita dilakukan untuk meminimalisir risiko bencana,” pungkasnya. (Joko)
YOGYAKARTA - JUMAT LEGI, PROFESOR Sony Warsono, MAFIS, Ph.D.,CA, Ak resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar…
YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 11.099 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus…
GUNUNGKIDUL-SENIN PAHING, SD Muhammadiyah Mulusan II Padukuhan Mahbang, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, menggelar kegiatan jalan…
SLEMAN-SENIN PAHING, SEORANG kakek berinisial N (73) warga Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, DIY tewas…
YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 210 mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta yang terpilih sebagai kakak asuh…
RONGKOP - KAMIS PON, Musim kemarau panjang tahun ini membawa tantangan ganda bagi Kabupaten Gunungkidul.…