OPINI

TAK ADA TIRANI YANG TAK RUNTUH

WONOSARI, Selasa Wage–Di negeri ini (Indonesia) hanya ada dua tirani: pertama tirani perseorangan, kedua tirani kelompok. Sejarah menunjukkan hal itu.

Duapuluh tahun di bawah Soekarno, tirani perorangan begitu kuat. Tidak satupun yang berani membantah, ketika Soekarno mengangkat dirinya menjadi Presiden seumur hidup.

Ketika PKI menikam dari belakang pada 1 September 1965, tirani di tangan Soekarno lepas. Sejarah berubah, tetapi tirani terus berlanjut. Soeharto menyambung tirani itu hingga Mei 1998.

Reformasi pecah, tirani Soeharto rontok, dilanjutkan transformasi kekuasaan yang mencari bentuk dalam format baru.

Presiden Bj Habibie, Abdurahman Wahid, Megawati Soekarno Putri, Susilo Bambang Yodhoyono, dan Joko Widodo berada dalam pencarian format baru.

Kemenangan PDI Perjuangan pada Pemilu 2014, membawa pergerseran sejarah kekuasaan di Republik Indonesia. Ada kecenderungan, tirani tidak lagi berada di tangan perseorangan, melaikan berpindah ke tangan sekelompok orang (parpol).

Dengan dalih demi kesejahteraan rakyat, negeri ini harus dipimpin oleh orang kuat yang taat kepada partai politik.

Ir. Joko Widodo, hampir pasti lolos pada Pemilu serentak 2019, menjadi Presiden RI ke 8, periode  2019 – 2024.

Siapun penerus Presiden Jokowi, untuk tahun 2029, 2034, 2039 dan 2044, haruslah merupakan tokoh yang mampu membuat Indonesia berdiri di atas kaki sendiri, di bidang politik, ekonomi dan kebudayaan.

Selama kekuasaan parpol tidak berubah menjadi tirani, duapuluh atau tigapuluh tahun ke depan, negeri ini akan tiba pada jaman keemasan.

Negara Kesatuan Republik Indonesia bernuansa Majapahit di bawah Hayam Wuruk dan Maha Patih Gajah Mada kemungkinan berulang.

Satu hal yang tidak boleh diabaikan, tirani di bawah tangan siapapun (perorangan atau kelompok parpol) untuk Indonesia tidak ada yang bisa bertahan lebih dari 30 tahun. Tirani selalu rontok, berikutnya digantikan oleh tirani baru. Bambang Wahyu Widayadi 

infogunungkidul

Recent Posts

Lemot Buka Rekam Medis, RSUD Wonosari Disomasi

GUNUNGKIDUL-RABU PON, Terkait dugaan penahanan atau penundaan pemberian salinan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah…

3 jam ago

Keluarga Besar Partai Golkar Berduka, Tokoh Politik Senior Berpulang

GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…

23 jam ago

Smart Batik Indonesia Kembangkan Ekosistem Batik Sawit di Yogyakarta

YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…

3 hari ago

Dugaan Malpraktik RSUD Wonosari akan Dibawa ke-Majelis Disiplin Profesi

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…

4 hari ago

Veda Ega Pratama Pembalap Indonesia Asal Gunungkidul Mengukir Sejarah Besar

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…

4 hari ago

Kekeringan di Gunungkidul, UPZ UP45 Salurkan Puluhan Ribu Liter Air Bersih di Ngawen

GUNUNGKIDUL— KAMIS PAHING, Di tengah persoalan kekeringan yang terus terjadi pada setiap tahun, kebutuhan air…

6 hari ago