Categories: PEMERINTAHAN

Tangkal Radikalisme, Kejati DIY Sambangi Gunungkidul

WONOSARI, Selasa Wage–Kepala Kejaksaan Tinggi Yogyakarta, Sri Harijati P, SH, MM mengumpulkan seluruh jajaran Adhyaksa se DIY di Kejaksaan Negeri Wonosari, Rabu 22/08/2017. Ancaman bahaya faham radikalisme menjadi topik bahasan utama yang disampaikan Kejati.

Seluruh anggota Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) se DIY dihadirkan dalam acara ini.Ikatan Adhyaksa Dharmakarini adalah suatu wadah organisasi istri pegawai, pegawai perempuan, pensiunan pegawai perempuan, dan istri pensiunan atau janda pegawai Kejaksaan Republik Indonesia. Kedatangan orang nomor satu di lingkungan Adhyaksa DIY ini disambut Kajari Wonosari, M Fauzan SH, MH dan jajarannya.

Dihadapan seluruh anggota IAD, Sri Harijati memaparkan tentang ancaman dan bahaya radikalisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

“Jangan  sampai ada anggota IAD  terjebak di  paham radikalisme, saling mengingatkan antar anggota tentang bahaya dan efek negatif dari radikalisme,” pesan Kajati.

Saat ini, lanjut Sri Harijati, paham radikalisme telah menjadi isu yang mengemuka karena eksistensinya yang mengancam siapapun tanpa pandang bulu, termasuk mengancam kalangan muda dan keluarga besar IAD. Berbagai aksi radikalisme menjadi perhatian serius oleh banyak kalangan di tanah air. Bahkan, serangkaian aksi para pelaku dan simpatisan pendukung, terbukti merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Hal tersebut tentu tidak boleh dibiarkan. Kita harus kembali mengkaji sekaligus mencegah segala kemungkinan radikalisme yang terjadi. Mengingat virus radikalisme dapat menjangkiti siapa saja termasuk kalangan muda yang seringkali dengan mudahnya terpengaruh sehingga kemudian ringan tangan melakukan perusakan, pertikaian, penganiayaan, dan bahkan penyerangan terhadap kelompok yang berseberangan paham dengannya,” lanjutnya.

Harapan besar Kajati DIY, jangan sampai ideologi radikalisme berkembang, bahkan mengakar dan menyebar diseluruh elemen bangsa, oleh karenanya perlu dikaji dan direspon secara serius, bahkan dilakukan penanganan khusus oleh berbagai pihak melalui program-program yang preventif dan edukatif baik skala regional, nasional, maupun internasional. Red

infogunungkidul

Recent Posts

Indikasi Praktik Manipulasi TPR Baron, DPRD Minta Audit Menyeluruh

GUNUNGKIDUL-SENIN KLIWON, Persoalan tata kelola pendapatan sektor pariwisata khususnya wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul, masih…

5 hari ago

Lupa Matikan Kompor, dua Rumah Ludes Terbakar Berikut Perhiasan dan Uang Tunai

TANJUNGSARI - SENIN KLIWON, Rumah milik Karim (71) warga Padukuhan Panggang 02/10, Kalurahan Kemiri, Kapanewon…

5 hari ago

Janabadra Club Dorong Sinergisitas Alumni Nasional untuk Kontribusi Almamater dan Bangsa

YOGYAKARTA-SENIN KLIWON, Lintas generasi alumni Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta menggelar acara halalbihalal nasional di Swiss-Belresidences…

5 hari ago

Kronologi Lengkap Penemuan Mayat Kering di Dalam Mobil Terparkir

YOGYAKARTA - MINGGU WAGE, warga Dusun Tiyasan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, provinsi DIY…

6 hari ago

Diduga Mencuri Sepeda Gunung, Oknum Anggota SatPol PP Diamankan Polisi

WONOSARI - SABTU PON, Sebuah  tamparan keras institusi pemerintahan kembali terjadi. Kali ini RDS alias…

1 minggu ago

DPPPAPPKB dan Polres Gunungkidul Bersinergi Kawal Kasus Asusila Anak di Bawah Umur

GUNUNGKIDUL – RABU KLIWON, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana…

1 minggu ago