Tiga Desa Pusat Industri Batik Dibantu 3.000 Bibit Pewarna Alami

247

INFOGUNUNGKIDUL, SELASA PON – WONOSARIPemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul berkomitmen mengembangkan industri batik. Industri tersebut dinilai sejalan dengan program pengembangan pariwisata.

Hal di atas disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Gunungkidul, Drs. H. Sudodo, M.Si dalam acara penyerahan bantuan 3000 bibit pohon pewarna alami batik dari Lions Club Puspita Mataram, Senin, (11/02), di Ngawen dan Gedangsari.

Menurut rencana, bantuan bibit pohon pewarna alami akan diberikan kepada warga sentra kerajinan batik Desa Tancep, Kecamatan Ngawen, Desa Mertelu, dan Desa Ngalang Kecamatan Gedangsari.

“Bibit pohon pewarna alami sangat penting karena bisa menjadi modal pengembangan batik tradisional yang ramah lingkungan,” ungkap Sudodo.

Dia menambahkan, selain memberikan bantuan bibit pewarna kepada masyarakat pengelola industri batik, program pendampingan juga akan dilakukan Pemkab, sehingga sentra industri batik dapat mandiri, maju dan berkembang seiring dengan kemajuan pariwisata.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Setda Gunungkidul, Azis Saleh menyampaikan, bantuan bibit pohon pewarna alami dari Lions Club Puspita Mataram merupakan tindak lanjut audiensi dengan Bupati Gunungkidul 28 Desember 2018 silam.

“Direncanakan jumlah bibit pewarna mencapai 10.000 batang. Kali ini baru 3.000. Kiriman dilakukan secara bertahap. Kami harap dirawat dengan baik,” ungkapnya.

Jenis bibit yang dibantukan terdiri dari mangga, jambu, manggis, nangka, buah naga dan indogofera.

Menurut Azis Saleh, masing-masing tanaman tersebut memiliki warna alami. Jambu untuk pewarnaan abu-abu, durian untuk warna cokelat, manggis untuk warna merah dan indigofera untuk warna biru. (Ag/ig)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.