WONOSARI, Senin Legi – Musim kering mulai dirasakan warga Gunungkidul bagian selatan. Pemerintah, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengirim air bersih ke 7 Kecamatan, mula ihari ini.
“Tujuh Kecamatan yang mengajukan permohonan bantuan air bersih meliputi: Rongkop, Girisubo, Tepus, Tanjungsari, Purwosari, Panggang serta Paliyan,” ujar Budhi Harjo, Kepala Pelaksana Harian BPBD Gunungkidul, 10/07/17.
Pengiriman air bersih, untuk kali pertama tahun 2017, menurut Budi Harjo terdistribusi ke 32 desa menyebar di 254 padukuhan.
BPBD Gunungkidul memprioritaskan desa dan padukuhan yang benar-benar krisis air. Droping diarahkan pada bak-bak penampung yang digunakan secara berkelompok.
Budi Harjo menambahkan, dana droping air bersih tersebut diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2017.
“Total dana sebesar Rp 600 juta, digunakan secara bertahap, sesuai pengajuan dari Kecamatan maupun desa yang mengalami krisis air,” tandasnya.
Pemohon air bersih, berdasarkan data di PBPD Gunungkidul, tercatat 9.046 Kepala Keluarga (KK) terdiri atas 45.230 jiwa.
Budi Harjo yakin, droping air bersih tahun ini berjalan lancar, tidak menemui kendala berarti. Supaya bantuan air bersih tepat sasaran, menurutnya camat dan kades diminta mengirim data real, bukan data rekayasa.
Reporter: W. Joko Narendro
SLEMAN-SENIN PAHING, SEORANG kakek berinisial N (73) warga Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, DIY tewas…
YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 210 mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta yang terpilih sebagai kakak asuh…
RONGKOP - KAMIS PON, Musim kemarau panjang tahun ini membawa tantangan ganda bagi Kabupaten Gunungkidul.…
WONOSARI - RABU PAHING, Sebanyak 8 (delapan) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pertanian Bogor…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta, M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…