ALAN Weisman seorang jurnalis manca negara yang cukup berpengalaman mencoba menggambarkan kondisi bumi setelah manusia menghilang, musnah atau dimusnahkan. Inti pemikiran Alan, manusia lenyap dari bumi tidak selalu identik dengan kiamat dan pasti dengan sebab-sebab yang jelas.
Tentang kemusnahan manusia Alan Weisman memaparkan teori berdasarkan pada kemampuan pikiran yang sangat terbatas, tetapi eloknya tidak berseberangan dengan yang tertulis di dalam Al Qur’an.
Alan Weisman mengatakan, tidak mungkin manusia akan lenyap begitu saja dalam sekejap tanpa sebab-sebab yang jelas dan pasti. Pernyataan Alan Weisman jawabannya ada di dalam At-Taubah Ayat 70.
“Apakah tidak sampai kepada mereka berita (tentang) orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, ‘Ad, Samud, kaum lbrahim, penduduk Madyan, dan (penduduk) negeri-negeri yang telah musnah? Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Allah tidak menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri.”
Manusia musnah atau musnah itu karena mereka mendzolimi diri sendiri. Teori Alan Weisman dipaparkan sebegitu gamblang seperti dilansir CNN Indonesia yang ditulis dalam buku bertajuk The World Without Us (Dunia Tanpa Kita).
Di dalam Surat Hud Ayat 100 ditulis, “Itulah beberapa berita tentang negeri-negeri (yang telah dibinasakan) yang Kami ceritakan kepadamu (Muhammad). Di antara negeri-negeri itu sebagian masih ada bekas-bekasnya dan ada (pula) yang telah musnah.”
Bumi yang ditinggalkan manusia karena musnah atau dimusnahkan sisa-sisannya dideskripsikan Alan Weisman berupa sampah plastik. Bedanya Hud Ayat 100 tidak menyebut rupa spesifik sisa yang ditinggalkan oleh manusia.
Tetapi di dalan Surat Al Mu’minun Ayat 23 Al Qur’an begitu nyata menunjukkan sisa-sisa peradaban manusia sebagaimana digambarkan Alan Weisman.
“Lalu mereka benar-benar dimusnahkan oleh suara yang mengguntur, dan Kami jadikan mereka (seperti) sampah yang dibawa banjir. Maka binasalah bagi orang-orang yang zalim.”
Maha besar dan maha suci Allah, Dia telah menunjukkan jurnalis Alan Weisman kepada pemirsa di se antero jagat, meski sangat sedikit yang memperhatikan tulisannya. (Bambang Widayadi)













