Ziarah Makam Bupati Pendahulu, Ingatkan Asal Usul Gunungkidul

694

PONJONG-SENIN KLIWON | Memperingati Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-190, jajaran Forkompinda melakukan ziarah di makam Mantan Bupati pendahulu. Diawali bupati pertama Tumengung Pontjodirjo di Padukuhan Pati, Kalurahan Genjahan, Kapanewon Ponjong. Sesi ke dua di makam bupati ke-25, Prof. Dr. Ir. H. Sumpeno Putro M.Sc di Padukuhan Wirik, Kalurahan Umbulrejo, Kapanewon Ponjong, Senin (24/05/2021) pagi.

Kabag Kesra Kabupaten Gunungkidul, Drs.H Azis Shaleh membacakan sejarah singkat Tumenggung Pontjodirjo menerangkan, pada waktu wilayah yang sekarang ini bernama Kabupaten Gunungkidul masih merupakan hutan belantara, terdapat suatu desa yang dihuni oleh beberapa orang pelarian dari Majapahit. Desa tersebut yakni Pongangan, yang dipimpin oleh Raden Dewa Katong yang merupakan saudara raja Brawijaya.

Setelah Raden Dewa Katong pindah ke Desa Katongan 10 kilo meter utara Pongangan, putera Raden Dewa Katong yang bernama Raden Suromejo membangun Desa Pongangan, sehingga semakin lama semakin ramai. Beberapa waktu kemudian, Raden Suromejo pindah ke Karangmojo.

Perkembangan penduduk di daerah Gunungkidul itu didengar oleh raja Mataram Sunan Amangkurat Amral yang berkedudukan di Kartosuro. Kemudian raja mengutus Senopati Ki Tumenggung Prawiro Pekso agar membuktikan kebenaran berita tersebut.

Setelah dinyatakan kebenarannya, Tumenggung Prawiropekso menasehati Raden Suromejo agar meminta ijin pada raja Mataram, karena daerah tersebut masuk dalam wilayah kekuasaannya.

Raden Suromejo tidak mau, dan akhirnya terjadilah peperangan yang mengakibatkan Raden Suromejo gugur bersama 2 (dua) anak dan menantunya. Sementara itu, Ki Pontjodirjo yang juga merupakan anak Raden Suromejo akhirnya menyerahkan diri dan oleh Pangeran Sambernyowo diangkat menjadi Bupati Gunungkidul I.

Namun Bupati Mas Tumenggung Pontjodirjo tidak lama menjabat karena adanya penentuan batas-batas daerah Gunungkidul antara Sultan dan Mangkunegaran II pada tanggal 13 Mei 1831. Gunungkidul (selain Ngawen sebagai daerah enclave Mangkunegaran) menjadi kabupaten di bawah kekuasaan Kasultanan Yogyakarta.

Mas Tumenggung Pontjodirjo diganti Mas Tumenggung Prawirosetiko, yang mengalihkan kedudukan kota kabupaten dari Ponjong ke Wonosari.

Dalam giat ziarah tersebut selain melakukan Doa Bersama yang di Pimpin oleh Giyatno SPdI dari Kemenag Kabupaten Gunungkidul juga dilakukan Tabur Bunga oleh Bupati Sunaryanto, Wakil Bupati Heri Susanto, Ketua DPRD Endah Subekti Kuntaringsih, Dandim 0730 Gunungkidul, Letkol Inf. Noppy Laksana Armyanto, Kapolres Gunungkidul, Agus Setiawan, S.I.K, Kajari Wonosari Ismaya Hera Wardanie,S.H.,M.H, Kepala Pengadilan Negeri Wonosari Eman Sulaiman SH,MH, Sekda Gunungkidul Ir. Drajad Ruswandono MT beserta seluruh Asek dan Kadinas di Pemkab Gunungkidul. Selain itu juga hadir jajaran Forkom Kapanewon Ponjong serta Lurah Genjahan dan Umbulrejo.

Usai pelaksanaan ziarah makam Bupati Gunungkidul ke 1, acara dilanjutkan ziarah di makam Sumpeno Putro selaku mantan Bupati Gunungkidul ke 25. (Agus SW)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.