“Kami terbaring di Taman Bakti, tidak bisa teriak merdeka dan angkat senjata lagi,” kata para Syuhada itu, memotong sajak Chairil Anwar pagi ini, (1/3).
Baca juga: DOA DAN BESUKKU KEPADA IBU ANI YUDHOYONO
Masih banyak tempat bersejarah yang, terkait SO 1 Maret 1949. Desa Putat, Kecamatan Patuk, sampai saat ini masih setia menopang SO 1 Maret 1949, dengan cara merelakan tanah khas desa untuk keperluan pendidikan dasar.
Gedung SD Negri Bunder II, awalnya adalah kenang-kenangan dari Jendral Widodo. Gedung itu seperti balas jasa, karena Jendral merasa berhutang.
Diceritkan, menjelang SO 1 Maret 1949, puluhan rumah warga Putat Wetan dibumihangus Belanda. Sejumlah tentara kecewa, karena tidak bisa menangkap Widodo, yang membunuh 12 serdadu Belanda.
Dihimpun dari berbagai sumber, kala itu Widodo masih berpangkat kapten, menjalankan tugas sebagai kurir Soeharto, yang kemudian menjadi Presiden RI ke II.
Hari ini, SO 1 Maret 1949, untuk pertamakalinya diperingati besar-besaran di Alun-alun Utara Yogyakarta.













