Berikutnya konversi hibah dan jual beli merupakan perubahan hak milik yang didukung dokumen berupa akte baik hibah maupun akte jual beli yang harus diproses melalui PPAT.
“Terkait biaya, konversi murni dan turun waris, biayanya normatif, sebagaimana diatur di dalam Peraturan Bupati Nomor 47 Tahun 2017, sebesar Rp 150.000,00,” terang Lurah Kampung.
Tetapi soal konversi hibah dan jual beli, ini pengakuan Sugiyatno, Kasi Pemerintahan Desa Beji, biayanya berbeda.
“Untuk memproses ke Pejabat Pembuat Akte Tanah (PPAT) dikenakan biaya sebesar Rp 200.000,00 per sertifikat. Kalau itu diikutkan ke program PTSL tetap dikenakan Rp 150.000,00,” terang Sugiyatno.
Dia tidak merinci dan menjelaskan, payung hukum yang melegalkan pungutan Rp 200 ribu di luar PTSL yang Rp 150 ribu.
Di tingkat lapangan diperoleh penjelasan, bahwa untuk memperlancar pelayanan permohonan PTSL, desa membentuk Team Pelaksana Kegiatan (TPK). (Team Redaksi)
Page: 1 2
WONOSARI - RABU PAHING, Sebanyak 8 (delapan) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pertanian Bogor…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta, M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan…