Dana Parkir di Bank, Januari 2022 Dompet PNS Kosong Melompong

317

WONOSARI-KAMIS WAGE | Tahun 2022 gaji PNS terlambat rata-rata kerena alasan perombakan struktur organisasi. Pemda melakukan perombakan terlalu mepet di akhir tahun. Keterlambatan pencairan gaji PNS itu lagu lama, karena tahun 2021 hal yang sama juga pernah terjadi.

Pertanyaannya, gaji PNS yang tersalurkan lewat DAU yang telah terparkir di Bank tertentu ada konsekuensi berbunga atau tidak, menurut pengamat menarik untuk dicermati.

Sebagaimana ramai menjadi pemberitaan media, PNS yang belum menerima gaji hingga pertengahan Januari 2022 tidak hanya Gunungkidul. Berdasarkan penelusuran, terjadi pula di Kabupaten lain. Beberapa di antaranya di Bantul, Banten, Tuban, Bangka, juga Kabupaten lain.

Faktor penghambat cairnya gaji, menurut Sekda Gunungkidul dipengaruhi oleh perpindahan dan pemecahan OPD yang mepet akhir tahun.

“Perpindahan ASN, karena perubahan kelembagaan, pemisahan dan penggabungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berpengaruh terhadap penundaan gaji,” kata Drajad, Selasa 11-01-22 silam.

Wakil Ketua DPRD Heri Nugroho, sebelum santernya gaji PNS menjadi gunjingan, mengklaim, Sekretaris Daerah paham betul soal dampak pengalihan jabatan PNS di ujung Desember 2021.

“Saya yakin Sekretaris Daerah tahu dampaknya,” ujar Heri Nugroho, akhir Desember 2021.

Sampai kapan para PNS, pensiunan dan anggota. DPRD menahan dompet, tidak ada penjelasan resmi dari Pemda. Bupati hanya berpesan supaya bersabar.

Jumlah PNS berdasarkan data BKPPD 2021 tahun 2020 untuk golongan I hingg IV adalah 8.104 orang. Anggota DPRD 45 personil.

Sisi menarik yang disorot Dr. Supriyadi dosen UNS sebagai pengamat sosial adalah Bank tempat parkirnya DAU menerapkan bunga atau tidak.

“Sebut saja volume gaji PNS dan anggota DPRD plus dana para pensiunan itu mandek sebulan Rp 36 milyar, dengan bunga 0,5%, lalu bungan tersebut milik siapa,” ujar Supriyadi 13-1-2022. (Bambang Wahyu)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.