“Beberapa penari berjoget di luar area kelir dan gamelan, saya lihat baru malam ini,” ujar penonton asal Siyono, Logandeng, Playen, (27/04).
Menurutnya, para penari tersebut tidak mendukung pakeliran. Berbeda dengan hadirnya bintang tamu Agnes Serfozo pesinden dari Hongaria, atau Marwoto Kawer dan Nyai Beruk dan Wiwik.
Baca juga:
Para penari tersebut, demikian ulas penonton yang enggan menyebut nama, justru menimbulkan kesan kurang menarik, karena mengganggu pandangan penonton yang duduk rapi
“Catatan lain, kostum yang mereka kenakan norak, jogetan yang mereka bawakan tidak jelas,” kata dia.
Kolaborasi antara panggung area kelir dengan penonton, menurutnya gagal total. Kalau itu mau diteruskan, menurut penonton, harus dicari penari profesional, paling tidak mengerti gending.
Untuk diketahui, malam itu Ki Seno Nugroho menyuguhkan cerita carangan menikahnya Brotolaras dengan Karnowati. Kedua calon mempelai minta dirias dengan Kuku Ponconoko. (Bambang Wahyu Widayadi)
Baca juga:
Page: 1 2
GUNUNGKIDUL-SENIN KLIWON, Persoalan tata kelola pendapatan sektor pariwisata khususnya wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul, masih…
TANJUNGSARI - SENIN KLIWON, Rumah milik Karim (71) warga Padukuhan Panggang 02/10, Kalurahan Kemiri, Kapanewon…
YOGYAKARTA-SENIN KLIWON, Lintas generasi alumni Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta menggelar acara halalbihalal nasional di Swiss-Belresidences…
YOGYAKARTA - MINGGU WAGE, warga Dusun Tiyasan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, provinsi DIY…
WONOSARI - SABTU PON, Sebuah tamparan keras institusi pemerintahan kembali terjadi. Kali ini RDS alias…
GUNUNGKIDUL – RABU KLIWON, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana…