Festival Dhaksinarga, Upaya Gunungkidul Bangkit Pasca Bencana

53

WONOSARI, Sabtu Kliwon, – Gelaran Dhaksinarga Festival 2017 ditutup dengan Dhaksinarga Carnival yang menampilkan ribuan seniman lokal maupun luar kota. Tak kurang dari 3000 seniman unjuk kebolehan dengan berbagai atraksi seni tari kreasi menyusuri Jalan Agus Salim, Kranon dan finish di titik nol kilometer Wonosari, Sabtu (16/12).

Disepanjang jalan yang dipagar besi, seniman mempertontonkan kebolehannya dihadapan puluhan ribu penonton yang berjubel ditepi. Dhaksinarga Carnival 2017 semakin meriah dengan tampilnya Marching Band terbaik Kota Yogyakarta, Tari Angguk Kulonprogo, Tari Gandrung Banyuwangi, Tari Bali dari Sanggar Saraswati Purantara hingga Reog Ponorogo.

Kepala Dinas Kebudayaan Drs Agus Kamtono, dihadapan Bupati Gunungkidul, Hj Badingah, S.Sos, melaporkan bahwa Festival Dhaksinarga 2017 meliputi Festival Musik Ethnik, Jazz hingga Campursari di Lapangan Gading, Kecamatan Playen pada 8-10 Desember 2017.

“Puncaknya hari ini kita gelar Dhaksinarga Carnival kita tampilkan sebagai media hiburan bagi masyarakat Gunungkidul pasca bencana Siklon Tropis Cempaka pada akhir November yang lalu,” kata Agus.

Dengan terselenggaranya Dhaksinarga Carnival ini, Dinas Kebudayaan berharap agar masyarakat Gunungkidul gumregah dan bangkit pasca bencana. Disisi lain, event budaya harus bisa menjadi aset penunjang bagi pengembangan pariwisata.

“Dinas Kebudayaan meyakini, dengan memberikan wadah kegiatan semacam ini, kreatifitas para seniman akan kian berkembang sehingga pada akhirnya dapat membuahkan tontonan bagus yang menarik perhatian wisatawan untuk datang. Dan rencananya, obyek wisata akan kita sasar dalam menampilkan pertunjukan kebudayaan,” paparnya.

Sementara itu Hj Badingah S.Sos berharap ke depan para seniman di wilayah Kabupaten Gunungkidul agar terus berkarya dan tetap menjaga kebudayaan lokal yang telah ada sehingga akan tetap lestari.

“Banyak kesenian yang bisa menjadi penopang kemajuan sektor pariwisata. Kita juga memiliki Tari Tayub, jathilan, reog dan lain-lain. Itu akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan datang berkunjung,” jelas Badingah.

Dalam gelaran Dhaksinarga Carnival sore tadi, setidaknya ada 23 kelompok seni yang terdiri dari duta 18 kecamatan ditambah utusan dari Banyuwangi, Ponorogo, Yogyakarta dan Kulonprogo. Bagi utusan seni dari kabupaten lain, Bupati Gunungkidul menyampaikan cenderamata berupa Batik Amarilis dari Patuk.PLAYEN, Minggu Wage—Gunungkidul Bangkit, demikian tema yang diambil Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul dalam memulihkan situasi masyarakat dari trauma akibat amukan bencana. Mulai dari Festival Musik Ethnik, Festival Musik Jazz, Festival Campursari hingga puncaknya besok pada 16 Desember 2017 bakal digelar parade kirab budaya yang diikuti ribuan seniman.

Diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul, Drs Agus Kamtono yang didampingi Ketua Dewan Kebudayaan CB Supriyanto S.IP, Festival Dhaksinarga 2017 sengaja digelar untuk membangkitkan warga dari trauma pasca bencana.

“Rencana awalnya di Alun-Alun Pemda Gunungkidul, namun karena kurang memungkinkan maka kita pindah di Lapangan Desa Gading, Kecamatan Playen ini. Berlangsung sejak 8 Desember hingga nanti malam pukul 24.00 WIB,” jelas Agus.

Festival Musik Ethnik dan Festival Musik Jazz sudah dilangsungkan dua malam berturut-turut. Hari ini, Minggu (10/12) giliran Festival Musik Campursari yang digelar. Beberapa group campursari kondang seperti CSGK Playen, CS Laras Karangmojo, CS Guntur Madu, CS Sangga Buana Karanganyar, CS Kecubung Gadung Nglipar serta CS Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG) dari Jakarta bergantian tampil diatas panggung.

Bahkan CS IKG dibawah asuhan Drs Eddy Sukirman (Ketua umum IKG) jauh-jauh datang dari Jakarta memboyong beberapa artis untuk pentas. Icha bintang D’Academy 3 sengaja diboyong untuk manggung dan menampilkan MC ibukota, Harno dan Kikil yang mengocok perut penonton.

“Gunungkidul harus bangkit, badai sudah berlalu dan saatnya berbenah memperbaiki diri. Obyek wisata tidak banyak terpengaruh bencana kemarin, jadi silahkan datang lagi berwisata kesini,” tegas Eddy Sukirman.

Sebagai pamungkas gelaran Festival Dhaksinarga, Dinas Kebudayaan bakal menggelar parade kirab budaya yang diikuti 2500 seniman pada 16 Desember 2017. Acara dijamin bakal menarik lantaran sejak pertigaan Kranon hingga Alun-Alun Pemda Gunungkidul ribuan seniman akan atraksi. Untuk itu kemungkinan besar arus lalu lintas dialihkan melewati jalur yang lain. Red




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.