Kebakaran di Gunungkidul Meningkat, Kelalaian Penyebab Utama

160

WONOSARI – Senin Legi | Kasus kebakaran di Kabupaten Gunungkidul mengalami peningkatan siginifikan di tahun 2019 yang mencapai 44 kasus, sementara di tahun 2018 lalu ada 25 kasus kebakaran.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Gunungkidul, Diyono mengatakan, tahun 2019 lalu, pihaknya membantu penanganan kasus kebakaran di 44 lokasi. Dalam kasus tersebut, dua korban dinyatakan meninggal dunia.

 

 

Kasus kebakaran yang menyebabkan korban meninggal dunia yakni kebakaran lahan tebu yang terjadi di wilayah Kecamatan Karangmojo. Selanjutnya yakni kebakaran yang terjadi di Kecamatan Semanu. Dalam peristiwa tersebut seorang kakek terbakar saat memadamkan lahan yang terbakar.

“Di tahun 2019, kebakaran terjadi di bulan Februari hingga Desember, untuk Januari nihil,” katanya, Senin (06/01/2020) siang.

Diyono mengatakan, kerugian yang disebabkan karena kebakaran tidaklah sedikit. Semuanya bisa mencapai ratusan juta bahkan hampir 1 milyar.

Dari sekian kasus kebakaran di Gunungkidul, kebakaran didominasi oleh kebakaran lahan, karena tahun 2019 terjadi kekeringan yang cukup panjang. Adapun penyebab kebakaran, sebagian besar karena ketidak hati-hatian masyarakat saat membakar sampah.

Ia menambahkan, untuk kasus kebakaran rumah ada berbagai macam kejadian dan penyebab. Semua tidak tertuju akibat korsleting arus listrik, namun karena kelalaian masyarakat seperti lupa mematikan tungku kayu sehingga api tersebut merambat.

“Semakin banyaknya kasus kebakaran yang terjadi, harap masyarakat lebih berhati-hati,” ujarnya.

Diyono menghimbau, apabila terjadi kebakaran segera menghubungi nomor (0274) 391-113. Jangan menunggu api membesar. Segera menghubungi Damkar untuk mengantisipasi api yang semakin menjalar. (hr)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.