Kemelut HKm Nglorog Bisa Diselesaikan Dalam Satu Meja

224

NGLIPAR- Minggu Legi | Kemelut pada Kelompok HKm Wonorejo sesungguhnya bisa diselesaikan secara cepat dan tidak perlu ke ranah hukum. Syaratnya, semua pihak yang berselisih harus  mentaati aturan internal yang disepakati bersama. Mereka harus duduk bersama berembuk dalam satu meja.

Joko Priyatmo, (Jepe) pengamat perhutanan sosial menyatakan, bahwa berdasarkan aturan internal yang dia pelajari, tuntutan utama yang diminta Basuki atas nama 94 petani HKm Padukuhan Nglorog, Desa Kedungpoh intinya adalah keterbukaan.

“Tuntutan Basuki itu secara eksplisit justru tertera di dalam aturan internal yang ditandatangani Wardoyo selaku Ketua HKm Wonorejo,” ujar Jepe, Minggu (22/12/19).

 

KEMARAU PANJANG, DURIAN LOKAL GUNUNGKIDUL TETAP FAVORIT DICARI BANYAK ORANG

 

Dalam Aturan Internal Romawi II angka 1, kata Jepe,  dinyatakan bahwa Pengurus KT HKm Wonorejo wajib melayani anggota sesuai tupoksi berdasarkan AD/ART.

Permintaan Basuki soal keterbukaan informasi data penebangan dan penjualan menurut Jepe adalah normatif.

“Terlebih pada Romawi III angka 4 dinyatakan, bahwa anggota berhak mengevaluasi kinerja pengurus KT HKm Wonorejo,” ulas Jepe.

Jadi, menurutnya, gesekan antara anggota di bawah koordinasi Basuki dengan Wardoyo selaku Ketua KT HKm Wonorejo itu sesungguhnya tidak perlu

“Semua itu hanya buang-buang energi,” kata Jepe.

Pemerintah Desa, baik Kedungpoh maupun Katongan menurutnya harus ambil bagian melerai, supaya konflik tidak berkepanjangan.

“Kumpulkan dokumen yang diperlukan, dan pertemukan dalam satu meja pihak yang berselisih, untuk mencari titik temu. Yang mereka sengketakan itu sangat jelas, data manual dengan data digital tidak sinkron. Data tersebut ada di kedua belah pihak. Tidak sampai ke Polisi pun itu bisa selesai,” pungkasnya.

Basuki, mewakili orang tuanya dan 90 petani lain membenarkan, kalau Wardoyo selaku Ketua Kelompok Wonorejo transparan, tidak akan terjadi somasi.

“Tidak pula terjadi laporan ke Polisi,” tegasnya. (Bambang Wahyu Widayadi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.