“Yang penting, jika terjadi bencana, masyarakat lebih tanggap terhadap segala hal, terutama untuk pemenuhan kebutuhan untuk keberlangsungan hidup, seperti sanitasi, sarana air bersih, kebutuhan pokok dan sarana lainnya,” kata dia.
Penataan fasilitas yang ada di kawasan pantai, lanjutnya, agar ditata secara baik, agar jika terjadi bencana mempermudah dalam evakuasi.
BACA JUGA:
Dari sambutan tersebut, diketahui, Kabupaten Gunungkidul hingga 2019 telah mengukuhkan 55 desa tangguh bencana. BPBD DIY menargetkan, tahun 2022 seluruh desa yang ada di Gunungkidul sudah terbentuk Destana.
Di tempat yang sama, mewakili Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gunungkidul, Agus Wibawa, melaporkan, sesuai dengan arahan BPBD DIY sudah dilaksanakan gladi bencana secara klasikal sejak Februari – Maret 2019. Pelatihan terakhir, kata Agus, dilakukan 9/4 hari ini. (Red)
Page: 1 2
GUNUNGKIDUL – SABTU WAGE, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di Perempatan…
YOGYAKARTA - KAMIS PAHING, SEJUMLAH wilayah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hari ini diperkirakan…
WONOSARI - KAMIS KLIWON | BDM (58) seorang lelaki pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS), Dinas…
GUNUNGKIDUL – KAMIS KLIWON | Kecelakaan tragis menimpa seorang pelajar Sekolah Dasar (SD) di Jalan…
GUNUNGKIDUL - KAMIS KLIWON Setidaknya 1.780 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilarang beroperasi untuk sementara…
YOGYAKARTA - RABU PON | POLRES Bantul resmi menerbitkan Daftar Pencarian Orang atau (DPO) terhadap…