“Yang penting, jika terjadi bencana, masyarakat lebih tanggap terhadap segala hal, terutama untuk pemenuhan kebutuhan untuk keberlangsungan hidup, seperti sanitasi, sarana air bersih, kebutuhan pokok dan sarana lainnya,” kata dia.
Penataan fasilitas yang ada di kawasan pantai, lanjutnya, agar ditata secara baik, agar jika terjadi bencana mempermudah dalam evakuasi.
BACA JUGA:
Dari sambutan tersebut, diketahui, Kabupaten Gunungkidul hingga 2019 telah mengukuhkan 55 desa tangguh bencana. BPBD DIY menargetkan, tahun 2022 seluruh desa yang ada di Gunungkidul sudah terbentuk Destana.
Di tempat yang sama, mewakili Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gunungkidul, Agus Wibawa, melaporkan, sesuai dengan arahan BPBD DIY sudah dilaksanakan gladi bencana secara klasikal sejak Februari – Maret 2019. Pelatihan terakhir, kata Agus, dilakukan 9/4 hari ini. (Red)
Page: 1 2
YOGYAKARTA - KAMIS WAGE, SEBANYAK 3.865 mahasiswa Universitas Gadjah Mada program sarjana dan sarjana terapan…
YOGYAKARTA - SELASA PAHING, SEBANYAK 18.850 mahasiswa baru atau Maba Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Tahun…
YOGYAKARTA - JUMAT PON, SEBANYAK 5.880 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 Universitas Pembangunan Nasional Veteran…
YOGYAKARTA - KAMIS PAHING, TIM Admisi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bergerak aktif mengenalkan International Undergraduate…
YOGYAKARTA - JUMAT LEGI, PROFESOR Sony Warsono, MAFIS, Ph.D.,CA, Ak resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar…
YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 11.099 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus…