PEMERINTAHAN

Ketua DPD PAN Gunungkidul Soroti Program Percepatan Pembangunan

WONOSARI-RABU PAHING | Tokoh utama Kabupaten Gunung Kidul pada tanggal 30 Agustus tahun 2021 membahas sejumlah agenda percepatan pembangunan.

Arif Setiadi ketua DPD pan sekaligus anggota DPRD menyatakan program itu sah-sah saja walau rupiahnya hampir sama dengan APBD satu tahun anggaran.

Seperti diketahui bahwa Bupati H. Sunaryanta, bersama Ketua DPRD Endah Subekti Kuntariningsih, SE dan Sekretaris Daerah Ir. Drajad Ruswandono, MT menggelar pertemuan bersama Tim Percepatan Pembangunan.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Handayani kala itu membahas enam rencana pembangunan fisik.

Pertama, pembangunan spot centre yang berada di kawasan lapangan terbang Gading Kapanewon Playen senilai Rp 600 milyar

Kedua, pembangunan masjid agung yang berada di kawasan perkantoran terpadu Siraman senilai Rp 70 milyar.

Ketiga, pembangunan gedung RSUD sisi barat dan timur 5 lantai dengan alokasi anggaran gedung timur Rp 55 milyar dan gedung barat Rp 185 milyar.

Keempat pembangunan pasar tematik Krakal di kawasan pantai Krakal senilai Rp 85 milyar.

Kelima, pembangunan gedung DPRD senilai Rp 70 milyar.

Keenam, pemindahan kabupaten baru senilai Rp 650 milyar di luar pengadaan lahan.

Arif Setiyadi menghitung nilai total mencapai Rp 1,715 triliun, hampir setara dengan APBD Gunubgkidul satu tahun anggaran. Dia mencatat APBD Gunungkidul selama ini di kisaran Rp 1,9 triliun.

“Kita apresiasi. Hanya masalah strategis dan prioritasnya bisa disoal. Apalagi kalau duitnya dari APBD Gunungkidul. Asumsi saya sebagian besar duitnya diharapkan dari luar APBD Gunubgkidul (bisa APBD DIY, APBN atau sumber lain),” tegasnya.

Menurut Arif Setiyadi, beberapa rencana program besar, dengan anggaran sekitar Rp 1,715 triliun merupakan pemikiran besar yang kalau bisa terealisasi tentu menjadi harapan dan kebanggaan masyarakat. Soalnya adalah pada sisi pembiayaan. Dalam hal alokasi anggaran melibatkan APBD Gunungkidul dengan proporsi yang tidak sedikit. Oleh sebab itu kacamata program strategis dan program prioritas harus secara ketat diterapkan.

Sudah pasti ada lebih banyak program strategis dan program prioritas yang membutuhkan penanganan lebih urgen.

Fokus pada upaya pencapaian target-target RPJMD tidak boleh terpalingkan barang sedikitpun. Dia menyebut contoh menjadikan desa sebagai pusat pemberdayaan dan menjadikan lebih banyak lagi desa dengan kategori desa Mandiri.

“Atau seperti bagaimana kita meningkatkan upaya kita mewujudkan indikator SDGs (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan) yang capaian kita baru 43 % dari 203 indikator yang ada, agar capaiannya semakin baik,” kata dia.

Dalam hal pembiayaannya tidak terlalu mengurangi kemampuan APBD Gunungkidul, atau dengan kata lain bersumber dari luar APBD Gunungkidul, tentu harus apresiasi dan disupport sepenuhnya.

“Sekali lagi fokus harus tetap pada target-target RPJMD yang telah ditetapkan,” Tandas Arif 8-9-2021.(Bambang Wahyu)

infogunungkidul

Recent Posts

Pertamina Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Hingga 2026 PT

PT PERTAMINA Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026,…

3 hari ago

Tabrak Honda Beat, Seorang Pelajar Meninggal Dunia di TKP

GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

2 minggu ago

JAPFA dan LPER Resmikan Kemitraan Strategis

GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…

2 minggu ago

UNS Wisuda 1.082 Mahasiswa Periode VII Tahun 2026

SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…

2 minggu ago

Unjuk Rasa di Yogya Berlangsung Aman

YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…

3 minggu ago

Pendidikan Khas Kejogjaan Masuk Kurikulum Perguruan Tinggi

YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…

4 minggu ago