KODIM 0730/GK dan IKAPTK Ganti Air Mata dengan Mata Air

175

GEDANGSARI – MINGGU WAGE | Semakin viral gerakan “Mari Wakaf Mata Air untuk Menggantikan Air Mata” di Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul membuat gerakan ini menjadi sebuah gerakan yang sudah membudaya di masyarakat setempat.

Gerakan ini merupakan sebuah upaya bagi warga masyarakat Gedangsari dalam mengatasi masalah yang dihadapi selama ini berupa Sumber Air Bersih (SAB) dengan cara pembangunan sumur gali maupun sumur bor lengkap berikut jaringannya hingga ke Saluran Rumah (SR).

Berbagai lembaga seperti BUMN, BUMD, Instansi, Komunitas, bahkan perseorangan turut ambil bagian dalam penanganan masalah air bersih khususnya di wilayah Gedangsari.

Baru-baru ini Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Gunungkidul di bawah Komando Drs. Azis Saleh Kabag Kesra Setda Kabupaten Gunungkidul didampingi Arif Aldian, S.STP, M.Si Kabag Organisasi Setda Kabupaten Gunungkidul dan M. Imam Santoso Panewu Gedangsari, serta Darmawan Anshori TKSK Gedangsari, memberikan bantuan stimulan berupa uang senilai 11 juta rupiah.

Bantuan tersebut disalurkan melalui program Kodim 0730/Gunungkidul berupa “Yuk Patungan untuk 100 Sumur Bor di Gedangsari”.

Bantuan diterima langsung oleh Kasdim mewakili Dandim 0730/Gunungkidul di ruang kerjanya Kamis, (07/09/20).

Pada kesempatan tersebut Dandim 0730/Gunungkidul melalui Kasdim mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada IKAPTK Gunungkidul atas bantuan dan kepeduliannya terhadap permasalahan air bersih khususnya di wilayah Kapanewon Gedangsari.

Selain itu, Dandim berharap akan lebih banyak lagi donatur yang dapat turut serta berpartisipasi mengatasi masalah air bersih di wilayah Kapanewon Gedangsari.

“Sehingga di tahun-tahun mendatang tidak ada lagi cerita warga masyarakat Kapanewon Gedangsari kesulitan air bersih,” Ucapnya.

Bantuan tersebut oleh Kasdim langsung diserahkan ke pihak Kapanewon Gedangsari agar dapat langsung dimanfaatkan sebagai dana stimulan Pembangunan sumur bor.

Lebih lanjut, Dandim 0730/Gunungkidul berpesan, bahwa sumur bor tesebut agar nantinya dijaga dan dikelola dengan baik melalui kelompok yang dibentuk oleh masyarakat itu sendiri.

“Sehingga nantinya baik operasional dan pemeliharaan sumur berikut peralatannya tidak mengalami kendala,” pungkasnya. (Red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.