NEGARA penganut paham kapitalistik senantiasa memburu pertumbuhan ekonomi. Sebuah negara disebut maju jika pertumbuhan ekonominya 7 %, dalam kurun waktu lima tahun berturut-turut.
Indonesia pernah mencapai angka 7,% pada masa pemerintahan Orde Baru, tetapi pada era Orde Reformasi anjlok. Terutama di masa Presiden Jokowi, para ekonom melihat mentok di angka 5%. Mau 6% susah.
Setelah Pemilu 2024, bagaimana? Mau mengejar pertumbuhan ekonomi di angka 7%, disamping sulit, juga beresiko, corak pemerintahan bisa menjadi otoriter.
Maunya benar dan nenang sendiri. Negara yang mengejar pertumbuhan ekonomi akan melahirkan monopoli. Rezimnya bersifat fasistik, dan diktator.
Benarkah penguasa setelah Joko Widodo akan menuju ke arah itu?
Cina, pertumbuhan ekonominya dua digit. Negara Tirai Bambu itu, faktanya mengkolaborasikan paham komunis dan kapitalis dengan konsep jalur SUTERA.
Indonesia mau seperti Cina? Itu maknanya Indonesia akan kembali ke NASAKOM.
(Bambang Wahyu)













