Heri Susilo, seorang pegiat sosial menanggapi, memang masih banyak warga yang tidak punya apa-apa. Hanya punya sepetak tanah dan bangunan rumah seadanya. Tidak punya kayu jati, sengon, kambing, sapi. Menurut Heri, bahkan ada warga yang harus numpang di tanah kas desa.
“Kalau tidak percaya silakan turun lapangan, saya tunjukkan,” ujar Heri.
Slamet Harjo, terkait bantahan itu meminta masukan guna bahan dalam berdialog dengan eksekutif.
Heri Susilo menolak memberi masukan berkaitan dengan kebijakan soal kemiskinan, alasannya di lapangan terlalu banyak konflik.
BACA JUGA:
Lowongan Kerja: Pemda Gunungkidul Membutuhkan 72 Tenaga Harian Lepas
BANTUL - KAMIS WAGE, POLISI mengungkap kasus dugaan penggelapan sejumlah barang milik sebuah toko grosir…
PENDIRI Ikatan Wartawan Online (IWO) akan menggelar Silaturahmi Nasional (Silatnas) perdana pada tahun 2026. Dalam…
GUNUNGKIDUL - SABTU LEGI, Pemilihan Lurah (Pilur) serentak di Kabupaten Gunungkidul telah terlaksana, Sabtu (26/09/26).…
GUNUNGKIDUL – SABTU LEGI, Polemik pembongkaran Mushola Watu Bolong Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul…
GUNUNGKIDUL - JUMAT KLIWON, Geger persoalan pembongkaran mushola Watu Bolong Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten…
GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, SEBANYAK 18 unit rumah dinas Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda…