Heri Susilo, seorang pegiat sosial menanggapi, memang masih banyak warga yang tidak punya apa-apa. Hanya punya sepetak tanah dan bangunan rumah seadanya. Tidak punya kayu jati, sengon, kambing, sapi. Menurut Heri, bahkan ada warga yang harus numpang di tanah kas desa.
“Kalau tidak percaya silakan turun lapangan, saya tunjukkan,” ujar Heri.
Slamet Harjo, terkait bantahan itu meminta masukan guna bahan dalam berdialog dengan eksekutif.
Heri Susilo menolak memberi masukan berkaitan dengan kebijakan soal kemiskinan, alasannya di lapangan terlalu banyak konflik.
BACA JUGA:
Lowongan Kerja: Pemda Gunungkidul Membutuhkan 72 Tenaga Harian Lepas
BANTUL - KAMIS PAHING, Sebuah truk Mitsubishi Colt Diesel bermuatan sekitar sembilan ton gaplek mengalami…
GUNUNGKIDUL - SABTU PAHING, Melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 464/SK-DPN/TANIMERDEKA/VI/2026 tertanggal 22 Juni 2026, Wakil…
GUNUNGKIDUL – JUMAT WAGE, Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Daerah (POLDA) Istimewa Yogyakarta (DIY) menghadirkan…
GUNUNGKIDUL - RABU PAHING, AS (81) seorang lansia warga Padukuhan Manggung, Kalurahan Ngalang, Kapanewon Gedangsari,…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan yang tergolong brutal bahkan sadis terhadap…
WONOSARI – RABU KLIWON, Seorang remaja di Gunungkidul, menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan brutal oleh…