Categories: PEMERINTAHAN

OPD Pembina Desa Tidak Bisa Bekerja

WONOSARI, Minggu Legi – Komisi A DPRD Gunungkidul menilai, Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) yang diberi kewenangan membina jalannya Pemerintahan Desa tidak bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi). Bupati, disarankan memangil yang bersangkutan untuk dimintai keterangan. Tidak mampu menyelesaikan masalah yang terjadi di desa, seperti kasus Dadapayu, Bupati didesak untuk segera mengambil kebijakan.

Ari Siswanto, Sekretaris Komisi A DPRD Gunungkidul menyatakan hal di atas, terkait dengan fakta, Desa Dadapayu ada dua orang Kepala Desa seperti terungkap di https://infogunungkidul.com/detail.php?id=1597.

Menurut Ari Siswanto, kasus Dadapayu yang mulai bergeser ke arah konflik internal, bahkan konflik individual, karena dalam satu kantor desa ada dua orang kepala, merupakan bukti atas ketidaksanggupan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPM&D).

“Pemda selama ini ibarat menyimpan api dalam sekam. Komisi A berkali-kali mengingatkan, tetapi tidak didengar,” ujar Ari.

Dia membeberkan, kasus Desa Pringombo, kecamatan Rongkop terus berlarut. Termasuk tidak melakukan langkah ketika Kades Kedungpo tidak menegur Dukuh yang diduga masuk menjadi anggota parpol tertentu.

Dihubungi terpisah, Sarmidi anggota Komisi A menyatakan, selambat-lambatnya pertengahan September 2017, Bupati, dalam hal ini Sekretaris Daerah, OPD yang bersangkutan, serta Bagian Hukum akan dimintai keterangan.

“Sujoko, Kepala Dinas DP3AKBPM&D harus membeberkan penegakaan aturan yang tidak berjalan semestinya,” timpal sarmidi.

Menurut Sarmidi, tugas Kepala Dinas nanti akan dilihat dan dievaluasi. Kalau terindikasi apalagi terbukti, tidak mampu menegakkan aturan, Bupati harus bertindak tegas.

Komentar Slamet, S.Pd. MM, anggota Komisi A DPRD DIY lebih keras meski diramu dalam kalimat halus.

“Penegakan aturan di tingkat desa itu persoalan gampang namun dibuat sulit,” ujarnya.

Menurut Slamet, jika terjadi penyimpangan semua dikembalikan kepada UU serta aturan yang berada di bawahnya. Dia berharap, jangan sampai prestasi Pemda rusak karena kasus Dadapayu yang tak kunjung selesai. Agung Sedayu

infogunungkidul

Recent Posts

Lemot Buka Rekam Medis, RSUD Wonosari Disomasi

GUNUNGKIDUL-RABU PON, Terkait dugaan penahanan atau penundaan pemberian salinan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah…

7 jam ago

Keluarga Besar Partai Golkar Berduka, Tokoh Politik Senior Berpulang

GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…

1 hari ago

Smart Batik Indonesia Kembangkan Ekosistem Batik Sawit di Yogyakarta

YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…

3 hari ago

Dugaan Malpraktik RSUD Wonosari akan Dibawa ke-Majelis Disiplin Profesi

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…

4 hari ago

Veda Ega Pratama Pembalap Indonesia Asal Gunungkidul Mengukir Sejarah Besar

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…

4 hari ago

Kekeringan di Gunungkidul, UPZ UP45 Salurkan Puluhan Ribu Liter Air Bersih di Ngawen

GUNUNGKIDUL— KAMIS PAHING, Di tengah persoalan kekeringan yang terus terjadi pada setiap tahun, kebutuhan air…

6 hari ago