NGLIPAR, Senin Kliwon – Temu wicara Wakil Bupati Gunungkidul, Dr Drs H Immawan Wahyudi MH dengan kelompok tani di destinasi wisata Klayar, Desa Kedungpoh, Kecamatan Nglipar. Permintaan direlokasi terlontar dalam dialog warga yang tinggal di dekat bantaran Kali Oya.
Acara difasilitasi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Gunungkidul Senin, (11/12). Hadir dalam acara Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Ir. Bambang Wisnu Broto, Kepala Dinas PUPRKP, Ir. Edy Proptono, MSi, dan Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul diwakili Yuni Hartini, Kabid Promosi dan Bina Usaha serta Muspika Kecamatan Nglipar.
Dalam dialog tersebut, Kepala Desa Kedungpoh, Mugiharto melontarkan gagasan untuk merelokasi warga yang tempat tinggalnya dekat dengan bantaran Kali Oya.
Untuk tanah yang akan digunakan untuk merelokasi rumah warga, Mugiharto mengusulkan tukar guling dengan tanah kehutanan, yang kondisinya lebih aman dari ancaman bencana.
“Gagasan itu sudah saya bicarakan dengan Pak Camat Nglipar, namun mau kemana mau mengurusnya ?” tanya Mugiharto.
Menurut Mugiharto, ancaman bencana banjir belum tentu hanya pada saat ini saja, bisa saja terjadi setiap tahun, bahkan setiap saat hujan turun. Untuk mengantisipasi dampak bencana banjir, yang terus-menerus ia berharap supaya Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk bisa membantu dalam hal relokasi tersebut.
Menanggapi permohonan ini, Immawan Wahyudi menyatakan akan menyampaikan usulan relokasi tersebut kepada Bupati Gunungkidul.
“Namun demikian usulan tersebut terlebih dahulu harus dimusyawarahkan dengan warga, pemerintah desa dan kecamatan,” sarannya.
Pada prinsipnya, sambung Immawan, pemerintah akan mendorong kehidupan warganya kearah yang lebih baik, hidup adil dan makmur.
Selain menanggapi usulan tersebut, Immawan Wahyudi juga memberikan semangat pada petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Ngudi Makmur agar segera bangkit.
“Walaupun ada musibah, dibalik itu ada hikmah yang bisa diambil, tetap kita syukuri cobaan yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa, namun demikian kita juga harus bangkit dari musibah itu,” ajak Immawan.
Kenyataan yang ada setelah terjadi bencana, Padukuhan Klayar sudah mulai dikenal karena dengan destinasi wisata airnya. Bahkan kemarin diadakan lomba perahu Kano Kayak Tradisional. Hal ini akan menjadi magnet menarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke Klayar.
Dalam kesempatan itu Immawan Wahyudi bersama Bambang Wisnu Broto memberikan bantuan bibit padi dan jagung kepada Kelompok Tani Ngudi Makmur.
Reporter: W. Joko Narendro_ig
GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…
BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…
JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…
GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…
GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…