Presiden RI, Ir. Joko Widodo: LANGKAH PERLINDUNGAN SOSIAL dan STIMULUS EKONOMI MENGHADAPI DAMPAK COVID-19

467

BAPAK, Ibu dan saudara-saudara sebangsa dan se-tanah Air.

1. Penyebaran pandemi Covid-19 bukan hanya berdampak pada masalah kesehatan tetapi juga masalah kemanusiaan  pada  aspek sosial, ekonomi.

2. Karena situasi yang kita hadapi adalah situasi kegentingan yang memaksa, kebutuhan yang mendesak, maka Pemerintah memutuskan  untuk mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang, atau PERPPU.

3. Setelah berbicara dengan Gubernur Bank Indonesia, Ketua Komisioner OJK, dan Kepala LPS, PERPPU yang akan dikeluarkan Pemerintah  berisikan:

Kebijakan dan langkah-langkah luar biasa (extra ordinary) dalam menyelamatkan perekonomian nasional dan stabilitas sistem keuangan.

Melalui berbagai relaksasi yang berkaitan dengan pelaksanaan APBN 2020

Memperkuat kewenangan berbagai lembaga dalam sektor keuangan.

4. Terkait penangan Covid-19 dan dampak ekonomi keuangan, saya menginstruksikan :

Total tambahan belanja dan pembiayaan APBN 2020 untuk penanganan Cofid-19 adalah sebesar Rp.405,1 Triliun.

Dari angka itu, Rp 75 Triliun untuk bidang kesehatan, Rp 110 Triliun untuk Social Safety Net, Rp 70,1 Triliun untuk insentif perpajakan dan stimulus KUR, serta Rp 150 Triliun dialokasikan untuk pembiayaan program pemulihan ekonomi nasional, termasuk restrukturisasi kredit dan penjaminan serta  pembiayaan untuk UMKM dan dunia usaha, guna menjaga daya tahan dan pemulihan ekonomi.

5. Prioritas pertama penyiapan anggaran untuk dukungan bidang kesehatan sebesar  Rp 75 Triliun akan digunakan untuk:

Perlindungan tenaga kesehatan, terutama pembelian APD.

INFO HARI INI-KONDISI TERKINI PERPUTARAN EKONOMI PASAR

Pembelian alat-alat kesehatan yang dibutuhkan, seperti: test kit, reagen, ventilator, hand sanitizer dan lain-lain sesuai standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.

Upgrade 132 rumah sakit rujukan bagi penanganan pasien Covid-19, termasuk Wisma Atlet.

Insentif dokter (spesialis Rp 15 juta/bulan), dokter umum (Rp 10 juta)… perawat Rp 7.5 juta… dan tenaga kesehatan lainnya Rp 5 juta.

Santunan kematian tenaga medis Rp 300 juta.

Dukungan tenaga medis, serta penanganan kesehatan lainnya.

6. Prioritas kedua adalah penyiapan anggaran untuk perlindungan sosial:

PKH 10 juta KPM, dibayarkan bulanan, mulai April (sehingga bantuan setahun naik 25%)

Kartu sembako dinaikkan dari 15,2 juta menjadi 20 juta penerima, dengan manfaat naik dari Rp 150.000 menjadi Rp. 200.000  selama 9 bulan (naik 33 persen).

INFO HARI INI-BUPATI APRESIASI SELURUH TENAGA KESEHATAN, TAK LUPA MEMINTA SELALU GUYUP RUKUN




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.