Categories: PEMERINTAHAN

Rastra Diganti Voucher untuk Antisipasi Konflik

WONOSARI, Selasa Pon –Siwi Iriyanti, M.Si, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul, menjelaskan, program pemberian beras sejahtera (rastra) mulai 2018 diganti voucher. Kartu tersebut akan diserahkan langsung kepada penerima manfaat. Hal ini, untuk mengurangi kecenderungan bagi rata dan konflik sosial.

“Kartu senilai Rp. 110.000,- ini dapat digunakan untuk menebus beras, telur atau bahan pokok yang lain,” ujar Siwi, (23/1) .

Menurutnya, penukaran voucher bisa dilakukan di pasar, warung, dan toko sesuai harga yang berlaku.

Siwi menyatakan hal di atas, dalam pertemuan dengan Camat, Pemdes, tenaga pendamping dan TKSK seluruh Gunungkidul di Bangsal Sewoko Projo.

Lebih lanjut ia menyampaikan, program pemerintah pusat ini mau tidak mau harus dilaksanakan. Dia mengakui banyak kendala.

Rastra diganti voucher, lanjut Siwi, bertujuan agar rakyat yang belum sejahtera dan belum mampu,  memiliki  banyak pilihan dalam membeli sembako di pasar. Masyarakat bisa mencukupi nutrisi yang lebih seimbang, tidak hanya karbohidrat namun juga protein.

Harapan pemerintah, selain tepat sasaran dan tidak bagito,  para pedagang sembako di pasar bisa mendapatkan tambahan peluang usaha.

Tidak kalah penting, kata Siwi,  melalui reformasi ini, mengembalikan fungsi Bulog sebagai stabilisator harga beras dan bahan lainnya.

Menyebut jumlah, penerima bantuan sosial rastra seluruh Kabupaten Gunungkidul sebanyak 88.627 KK.

“Jumlah itu terdiri dari penerima PKH dan non PKH,” jelasnya.

Yang non PKH tidak punya komponen PKH, seperti balita, anak sekolah, lansia, tetapi warga ini kategori miskin. Mereka masuk Basis Data Terpadu (BDT)

Siwi meminta agar perubahan ini secara bertahap dapat diterapkan pada awal tahun 2018. Untuk Gunungkidul bantuan sosial rastra akan dimulai tanggal (29/01) sampai tanggal (13/02).

Terakhir Siwi meminta, ada peta jalan perubahan yang direncanakan dengan matang melalui musyawarah desa. Harapannya, proses transisi bisa berjalan dengan baik, tidak menimbulkan gejolak di masyarakat.

 

Reporter: W. Joko Narendro_ig

infogunungkidul

Recent Posts

Polda DIY Raih Penghargaan 12 Satker Predikat Pelayanan Prima & Zona Integritas

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…

3 hari ago

Kakek 70 Tahun Gantung Diri di Pohon Jambu Mete

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta,  M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…

3 hari ago

Scoopy Tabrak Ambulan PMI, Satu Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…

3 hari ago

Mobil Brimob Polda DIY Terserempet KA Bandara

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…

4 hari ago

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Peringkat Tertinggi PTKIN di Indonesia

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan…

4 hari ago

Ribuan Lulusan Pascasarjana UGM Jalani Proses Wisuda

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, Sebanyak 1.054 lulusan Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode IV…

4 hari ago