Kirab budaya dalam rangka memeriahkan tradisi Babad Dalan Sodo dan Rasulan diawali masing-masing bregodo padukuhan berkumpul di lapangan desa, untuk selanjutnya dilepas secara resmi oleh Kades sesuai nomor urut pawai berkeliling desa.
Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul Drs. Agus Kamtono, M.M menyampaikan, Babad Dalan Sodo merupakan budaya yang dilestarikan oleh warga masyarakat khususnya Desa Sodo, sebagai bentuk kondisi masyarakat yang tentram dan penuh gotong royong.
Adanya tradisi semacam ini menurut Agus Kamtono, dapat dijadikan sebagai modal Kabupaten Gunungkidul dalam membangun masyarakatnya untuk menuju kesejahteraan.
“Ini bedanya Kabupaten Gunungkidul dengan wilayah kabupaten lain. Ada sekitar 9 (sembilan) wilayah di Gunungkidul yang lestari adat budayanya, tentu kita dukung dan kita kembangkan kedepan untuk menjadi wisata budaya,” terang Agus Kamtono.
Dalam prosesi budaya Babad Dalan Sodo, sepanjang jalan rute pawai budaya penuh sesak berjubel lautan manusia, hal tersebut juga menjadi berkah tersendiri bagi ratusan pedagang yang mangkal di pinggiran jalan. Bukan hanya pedagang kuliner, tetapi mainan anak, perabot rumah tangga, hingga penjual pakaian lengkap tersedia. Ag
Video: Babad Dalan Sodo
PENDIRI Ikatan Wartawan Online (IWO) akan menggelar Silaturahmi Nasional (Silatnas) perdana pada tahun 2026. Dalam…
GUNUNGKIDUL - SABTU LEGI, Pemilihan Lurah (Pilur) serentak di Kabupaten Gunungkidul telah terlaksana, Sabtu (26/09/26).…
GUNUNGKIDUL – SABTU LEGI, Polemik pembongkaran Mushola Watu Bolong Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul…
GUNUNGKIDUL - JUMAT KLIWON, Geger persoalan pembongkaran mushola Watu Bolong Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten…
GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, SEBANYAK 18 unit rumah dinas Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda…
YOGYAKARTA - SELASA PAHING, Aipda S seorang oknum anggota polisi Polsek Kraton menjalani pemeriksaan Propram…