OPINI

GUNUNGKIDUL PINTAR MENCIPTA PROYEK TETAPI TIDAK PANDAI MERAWATNYA

WONOSARI-JUMAT WAGE | Sebagian birokrat (Kepala OPD) Gunungkidul rajin membuat proyek, tetapi ujung-ujungnya mangkrak.

Tahun 1976 hingga 1980, Kabupaten Gunungkidul tenar sebagai produsen abon dengan bahan baku daging jambu mete. Nama Kapanewon Karangmojo sempat melejit karenanya.

Lauk lezat itu nasibnya na’as, termasuk pabriknya gulung tikar karena terlindas oleh pergantian Bupati, meski pemegangnya kala itu masih tetap Golongan Karya.

Abon jambu mete ngetren saat Gunungkidul di bawah Ir. Darmakum Darmo Kusuma Bupati ke-20 (1974-1984).

Keberhasilan reboisasi jambu mete baik di Karangmojo, Paliyan serta swadaya masyarakat itulah yang melahirkan industri abon daging jambu mete.

Bupati setelah Ir. Darmakum, yakni KRT Sosro Hadiningrat (1984-1989), tidak lagi peduli untuk mengurus industri yang potensial di dunia permakanan itu.

Bekas dan bukti fisik pabrik abon daging jambu mete itu saat ini mangkrak di Kelor Karangmojo.

Bupati ke 28, H. Sunaryanta harus diakui kaya akan gagasan. Merombak Dinas Pertanian Pangan dalam arti memunculkan kembali Dinas Peternakan merupakan bagian dari janji politik saat kampanye Pilkada serentak tahun 2020.

Dalam RPJMD 2022 belum terlihat mau mengembangkan ternak yang mana karena Gunungkidul isinya adalah ternak besar (sapi) ternak kecil (kambing) dan pitik iwen, bebek, angsa.

Di luar forum resmi beredar santer bahwa di Gunungkidul bakal ada proyek besar-besaran peternakan sapi untuk mendukung kebutuhan daging nasional.

Gagasan ini, rupanya dicoba diselaraskan dengan kemauan Sunaryanta menarik sebanyak-banyaknya pemilik modal besar untuk tanam dolar di Gunungkidul, terlepas dari proteksi terhadap peternak lokal yang kini berjalan.

Tentang ternak ayam, di Gunungkidul sudah terjadi persaingan sengit antara peternak ayam kampung kategori UMKM dengan pemodal besar ayam lehor.

Walau persoalan di atas ada di depan mata, Bupati Sunaryanta belum terlihat melakukan gerakan apa pun.

Warga pendukung saat pilkada maupun yang bukan, harus menunggu hingga 26 Februari 2022. Setahun menjabat Bupati, Sunaryanta berbuat apa saja baru terlihat.

Kongkritnya, apakah Bupati dan anak buahnya hanya banyak menarik proyek besar, tetapi tidak bisa memelihara dengan baik masih menjadi teka-teki besar. (Bambang Wahyu)

infogunungkidul

Recent Posts

Kecelakaan Beruntun, Seorang Pemotor Meninggal Dunia

GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…

7 hari ago

Melintas di Bokong Semar, Truk Tronton Terguling

BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…

2 minggu ago

28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Terbitkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Empat Dekade

JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…

3 minggu ago

“Adu Banteng” Vario Vs Supra dua Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

3 minggu ago

Gorok Leher Sendiri, Pria Asal Gunungkidul Ditemukan Tewas

SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…

4 minggu ago

Waspada! Diduga Ulah Maling, 3 Warga Nglipar Kehilangan Emas dan Uang Tunai

GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…

4 minggu ago