Kamijan Pendek, Pengamen Bermodal Jutaan Rupiah

2868

“Saya cuma  lulus SMP, tidak punya ketrampilan kecuali bermain gitar,” kata dia.

Modal lain, secara otodidak Pendek mengerti elektronik. Dengan pengalaman sangat terbatas, dia merangkai speaker aktif berbentuk kotak yang mudah dijinjing.

Alat ini, kata dia, adalah hasil kanibal antara komponen keyboard dengan amplifier murahan. Maka, demikian lebih lanjut dia menjelaskan, jadilah alat sederhana. Kalau semua elemen baru, nilainya di atas 5 juta rupiah.

Baca juga:

Di Wono Mengger BPTP Panen Raya Padi Teknologi Largo

Terpisah, Budi Oetomo Prasetyo (BOP) mantan Ketua DPRD Gunungkidul mengomentari, fenomena sosial, dalam hal ini pengamen, memang selalu menarik.

Keberadaan mereka sulit untuk dihilangkan. Sejauh ini untuk kota Wonosari keberadaan pengamen masih dalam kategori tertata. Artinya, ujar BOP, mereka tidak ngamen di perempatan jalan di lampu bangjo

“Ngamen di dalam rumah makan,  sejauh pemilik memperbolehkan, merupakan bagian pengendalian pengamen yang baik agar tidak berada di jalanan,” ulas BOP. (Bambang Wahyu Widayadi)

Baca juga:

Bupati Gunungkidul: BDG Tidak Boleh Kalah Dengan Rentenir




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.