PMII Tolak Politisasi Agama Jelang Pemilu

469

JAKARTA, Sabtu WagePergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menolak politisasi agama menjelang Pemilu April mendatang dan mendukung gerakan anti-radikalisasi di masjid, demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Baca juga: 

Setia Untung: Jajaran Badiklat Harus Inovatif Dan Visioner

Puncak Kuil Fajar Dihiasi Porselin Cina, Berkilau Sepanjang Siang

Hal ini diungkapkan Daud Azhari alias Daud Gerung, Ketua  Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Jakarta Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), ketika berbicara kepada wartawan saat acara Jumpa Pers terkait pelepasan rombongan Pengurus Koordinator Cabang Jakarta di pelataran Tugu Proklamasi, Jumat (22/02).

“Itu tidak dibenarkan [politisasi agama] kami selalu mengedepankan persatuan, kesatuan sebagai anak bangsa, kami sangat menolak politisasi agama yang dilakukan oleh oknum atau pihak tertentu,” ujar Daud Gerung kepada wartawan.

Baca juga:

Ternyata Ini Rahasia Madu Thailand Yang Kaya Manfaat

Ajang Promosi Bergengsi Thailand, Dinas Pariwisata DIY Suguhkan ‘Senyum Indonesia’

PMII PKC Jakarta pada Jumat siang melepas puluhan anggota dan pengurusnya yang akan bertolak ke Boyolali, Jawa Tengah, untuk mensukseskan agenda Musyawarah Pimpinan Nasional organisasi kemahasiswaan yang berdiri sejak tahun 1960 ini.

Daud Gerung juga mengingatkan bahaya radikalisasi di kampus-kampus, maupun masjid, dan mengajak umat Islam untuk meng-aktualisasikan Islam rahmatan lil ‘alamin, yakni Islam autentik yang pernah diteladankan Nabi Muhammad SAW.

“Doktrin yang paling berat, utamanya itu yang mereka lakukan dengan tawaran Islam cepat dan gimana cara masuk surga dengan cepat,” ujar Daud.

Baca juga:

Rumah Janda Nyaris Roboh, Bantuan Pemkot Tak Kunjung Turun

Anggota DPRD DIY Melawat Ke Negeri Gajah Putih

PMII sendiri sejatinya mendefinisikan diri sebagai organisasi yang inter-dependensi terkait dengan organisasi Islam terbesar di Indonesia, yakni Nahdlatul Ulama.

“Kita tidak terkait secara struktur tapi iya [terkait] secara kultur,” kata Daud.

PMII, menurut Daud mempunyai mazhab Ahlus-Sunnah wal Jama’ah, yakni ajaran yang menjalankan sunnah (Rasulullah S.A.W) dengan penekanan pada peneladanan peri kehidupan Rasulullah.

Baca juga:

Peringati HPN 2019, Musisi Dangdut Sambangi IWO Kota Bekasi

Presiden Jokowi Mengajak Pers Nasional Menemukan Jati Diri

Sebagai informasi, sekitar 90 persen umat Muslim sedunia merupakan kaum Sunni.

“Kita ingin menjaga kesatuan Indonesia sangat tinggi, terlebih lagi kita ahlul sunnah wal jamaah dengan mengajarkan atau memberikan pemahaman keislaman yang sesuai dengan jati diri kita bangsa Indonesia,” kata Daud.

PMII sendiri, memiliki kader, anggota dan alumni yang berjumlah puluhan ribu dan tersebar di seluruh Indonesia. EDW/red




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.