Ternyata ini Rahasia Madu Thailand yang Kaya Manfaat

1495

BANGKOK, Senin Wage – Madu Thailand sangat dikenal dunia dalam dua hal.  Kemurnian serta  khasiat  diakui pecinta madu.  Madu Thailand bukan berasal dari lebah, tetapi dari bunga opium.

Baca juga:

Ajang Promosi Bergengsi Thailand, Dinas Pariwisata DIY Suguhkan ‘Senyum Indonesia’

Big Bee Farm sebagai pusat madu terletak  di kota Nongplai, Banglamung, Chonburi, Thailand.

“Di sini  saya memperoleh penjelasan tentang madu, baik dari teknik budidaya, maupun soal manfaatnya,” kata Slamet dalam lawatannya ke Bangkok, (18/02).

Niki, pemandu asal Indonesia memberikan penjelasan mengenai asal muasal madu. Di pusat budidaya,  bisa dilihat sarang-sarang lebah dari yang tradisional  sampai yang modern.

Baca juga:

Anggota DPRD DIY Melawat Ke Negeri Gajah Putih

Lebah Thailand terkecil, papar Nini, disebut Tetragonula pegdini (jenis lanceng di Indonesia: red). Ukuran tubuh lebih kecil dari lalat. Lebah ini menghasilkan propolis yang biasa digunakan untuk obat.


Pusat madu Big Bee Farm menyediakan informasi mengenai proses pembuatan madu. Uniknya, madu di lokasi ini dibuat secara ekstra alami yang khusus berasal dari bunga opium. Sementara opium dikenal sebagai tanaman sejenis adiktif.

“Namun bunganya tidak berbahaya. Madu kita tidak ada narkoba. Halal,” ujar Niki kepada rombongan DPRD DIY, di Pattaya Thailand.

Baca juga:

Tak Kerjakan Matematika, Guru Tega Aniaya Murid

Perempuan asal Jakarta utara ini menjelaskan, madu yang diproduksi Thepprasit Corporation tidak berasal dari lebah  pada umumnya, melainkan berasal dari bunga opium yang ditanam di wilayah pegunungan segitiga emas daerah utara Thailand, tepatnya di kawasan Chiang Ray.

Madu bunga opium ini proses pembuatannya dimulai dari lebah hinggap di bunga opium. Lebah mengambil serbuk sari yang menempel pada sari bunga.

Serbuk sari ini dilengketkan di kaki lebah, sedangkan sari bunga disimpan di perut.

Baca juga:

Pesona Jembatan Pelangi Dan Taman Bidadari Di Pantai Buges

Ketika kembali ke sarang, lebah memuntahkan sari bunga, yang kemudian menjadi makanannya.

“Dari sari bunga inilah diperoleh madu. Mereka (para lebah)  mengeluarkan kadar air dengan cara  mengepakkan sayap,” kata Niki.

“Kualitas madu Thailand sangat terjamin, karena menggunakan standar ISSO, maka wajar jika harganya mahal, beda dengan madu di Indonesia,” ulas Slamet.

Foto       : Slamet bersama rombongan saat melihat langsung madu Thailand-(dok. slamet)
Penulis:Bambang Wahyu Widayadi



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.